Hallo Readers!!! Apa kabar kalian? I’m so glad can share a new
information with all of you again. Baiklah, jadi hari ini saya akan mereview
materi mengenai “Pelayanan Prima” serta saya pun akan menganalisis sebuah film yang berjudul “REMEMBER THE TITANS” yang
dimana film ini memiliki nilai-nilai positif yang dapat kaitkan dengan service
excellent.
Baiklah membicarakan service excellence. Apa sih pendapat dan pemahaman
kalian mengenai pelayanan terlebih dahulu? So guys kalo menurut saya sendiri
pelayanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang
untuk memenuhi kebutuhan orang lain. So readers, tau gak sih kalian
perbedaannya dengan pelayanan prima atau yang biasa kita kenal dengan nama
service excellence. Jadi teman-teman
pelayanan prima adalah suatu kegiatan yang dilakukann seseorang tidak hanya
untuk memenuhi kebutuhannya namun juga memberikan sesuatu yang lebih dari apa
yang dibutuhkan oleh seorang pelanggan.
Membicarakan mengenai pelayanan prima
tentunya kita membicarakan mengenai
tentang sebuah kebutuhan pelanggan. Untu itu kita harus memahami secara
jelas terlebih dahulu teori-teori yang ada mengenai sebuah kebutuhan manusia
sebagai salah satunya adalah teori A. Maslow yang diantara sebagai berikut :
Selanjutnya barulah kita dapat
memahami secara jelas apa sih kebutuhan
pelanggan kita. Membicarakan mengenai pelayanan prima sudah pasti membahas
mengenai sebuah kepuasaan atas setiap pelayanan yang diberikan. Sebenrnya readers
kata “PUAS” itu sudah dapat diartikan sebagai sebuah pelayanan. Namun yang
membedakan dengan pelayanan prima adalah konsep yang memberikan bukan hanya
kebutuhan dari si pelanggan tapi juga memberikan sesuatu yang lebih dari yang
di butuhkan oleh pelanggan. Di samping hal tersebut untuk ada beberapa cara
yang dapat membuat kita mengetahui apa sih kebutuhan pelanggan kita sehingga
kita dapat memberikan pelayanan yang prima, yaitu sebagai berikut :
- Kepekaan
- Feedback
- Peningkatan pelayanan secara otomatis
Maksud dari hal-hal tersebut adalah
kepekaan dalam memberikan pelayanan dan kondisi pelanggan. Feedback adalah
umpan balik sehingga masukan yang telah diterima dari pelanggan sebagai
contohnya adalah complaint dapat di manfaatkan sebagai feedback dan dari
feedback yang diberikan customers dapat menjadikan kita melakukan peningkatan
pelayanan secara berkelanjutan. Sehingga nantinya jika hal tersebut di terapkan
secara berkala akan menghasilkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan
menjadi pelayanan prima.
Nah readers selanjutnya setelah kita
memahami mengenai service excellence tentunya berkaitan dengan service quality
yang kita berikan dan untuk itu service quality sangat amat berpengaruh demi
terciptanya pelayanan prima. Dalam hal ini ada 4 pertanyaan yang dapat kita
refleksikan dan pelajari agar kedepannya pelayanan yang kita berikan menjadi
pelayanan yang prima.
Baiklah readers sekarang setelah kita
memahami mengenai pelayanan yang prima itu seperti apa saya hariini mau
membahas serta menganalisis sebuah film yang berjudul “ REMEMBER THE TITANS”
yang dapat dijadikan sebagai contoh dari gambar pertanyaan di atas yang
nantinya dapat memberikan kesuksesan di akhir setelah proses panjang yang di
lalui.
“Remember The Titans” merupakan salah
satu film kisah nyata. Di mulai dari daerah Virginia dimana perbedaan antara
kulit hitam dan putih mempunyai ruang dan gerak sendiri. Bahkan mulai dari
rumah sakit, lingkungan, tempat tinggal dan sekolah tidak menunjukkan
keharmonisan karena perbedaan kulit tersebut. Namun setelah adanya program
pemerintah utuk menggabungkan murid berkulit hitam dan putih dalam satu sekolh
memberikan dampak lebih baik walau tidak seberapa. Nama sekolah tersebut adalah
T.C High School diawalnya murid-murid sangat susah sekali menerima satu sama
lain. Namun ada satu hal yang dapat menyatukan mereka yaitu kecintaan mereka
akan cabang olahraga American Football.
Jika dikaitkan dengan gambar diatas
dan dianalisis sebagai berikut :
1. 1. Where are we
now? ( Current Service Quality )
Posisi
awal mereka bermulai pada saat Herman Bonne seorang afro amerika yang
ditempatkan menjadi pelatih football Amerika di TC William High School di
Virginia. Posisinya sebagai pelatih menggantikan pelatih Yoast, pelatih kulit
putih yang sangat dihormati oleh murid dan orang tua siswa. Hal ini terjadi di Virginia
tahun 1971, saat dimana rasisme terutama antara kulit putih dan kulit hitam
masih kental. Pergantian pelatih ini kontan menuai aksi protes oleh siswa dan
warga kulit putih. Selama posisi pelatih dari warga kulit putih tidak ada
seorangpun siswa kulit hitam yang dapat menjadi pemain tim football sekolah.
Proses pergantian kepemimpinan ini berjalan
kurang baik sehingga menimbulkan pertengkaran. Kemudian Boone dan Yoast sepakat untuk memadukan para
pemain siswa kulit putih dan kulit hitam. Namun terlihat sekali para siswa kulit
hitam dan kulit putih seperti minyak dan air, tidak pernah akur, penuh
kecurigaan dan amarah.
2. 2. Where do we
want to be ? ( Defining Service Goals )
Mendefinisikan
tujuan mereka dapat dilihat di film ini pada saat melakukan camp Sejak awal keberangkatan Coach
Boone sudah melakukan “inovasi” kepemimpinan, dalam Bus seluruh anggota tim
harus memiliki pasangan duduk dari rekannya yang berbeda ras. Ditambah lagi
saat di camp pelatihan siswa berbeda ras dicampur dalam satu. Perkelahian antar
siswa yang masing-masing membawa sentimen ras pun terjadi pada saat mereka
diwajibkan harus selau bersama-sama dengan orang yang berbeda ras.
3. 3. How will we
get there ? ( Action Planning )
Pertanyaan “Bagaimana kita akan sampai di sana?” sangat dapat menggambarkan proses
kita untuk mencapai kesuksesan tersebut. Di dalam film ini bisa di lihat adanya action planning dari setiap
anggota tim untuk membuat tim football mereka menjadi sukses dan berhasil dalam
setiap pertandingan. Setelah kegiatan mengunjungi lapangan
tempat terjadinya pertempuran Gettysburg. Para pemain tim mulai menjadi solid dan mulai bisa bekerja sama
sebagai rekan tim. Coach Boone dan Coach Yoast pun mulai berubah menjadi seseorang
yang saling menghormati walaupun berbeda
warna kulit. Mereka pun selalu berlatih keras dan selalu menurunkan ego mereka
saat sedang latihan dan saat sedaang di pertandingan sehingga dari kekompakan
tersebut mereka sebagai tim dari pelatih utama Boone-Yoast, “THE TITANS” tim
foorball TC William mampu memperoleh prestasi football yang luar biasa hingga dilevel nasional, sehingga menjadi kebanggaan
daerah Alexandria Virginia.
4. 4. How will we
know we are getting there ? ( Measuring Service Quality )
Pertanyaan “Bagaimana kita akan tahu bahwa kita sedang menuju
ke sana? Hal ini dapat di lakukan dengan mengukur kualitas dari setiap
kita. Dalam ini film ini mereka mengukur kualitas mereka dari dengan cara terus
berlatih dan tidak cepat puas hati dari semua pencapaian yang telah mereka raih.
Walaupun
terdiri atas para pemain yang berbeda warna kulit tapi mampu memberikan
kemampuan bermain dan kerjasama tim yang luar biasa. Walaupun dalam kisah film
ini tokoh yang unik, ada Gerry Bertier dan Julius Campbell, dua orang tokoh
yang berbeda warna kulit yang akhirnya menjadi “saudara” walaupun akhirnya
Bertier mengalami kecelakaan sampai menjadi lumpuh. Namun mereka selalu survive
dalam semua keadaan yang ada dan terus berprestasi dalam setiap pertandingan
yang mereka lalui sampai pada akhirnya masing-masing pemain THE TITANS berkumpul
kembali saat pemakaman Bertier. Coach Boone dan Coach Yoast tetap bersahabat
dekat sampai tua. Disini mereka menjadi history maker dari perbedaan ras yang
ada pada saat ini.
Nah readers,
begitu deh cerita dan analisis dari film The Titans dan juga sedikit review
dari pelayanan prima. Semoga hal ini bisa bermanfaat buat readers semua ya!!! So
see u on my next post ya guys.. have agreat weekend J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar