Sabtu, 19 November 2016

Pelayanan Prima : Remember The Titans Movie Review

Hallo Readers!!! Apa kabar kalian? I’m so glad can share a new information with all of you again. Baiklah, jadi hari ini saya akan mereview materi mengenai “Pelayanan Prima” serta  saya pun akan menganalisis sebuah film  yang berjudul “REMEMBER THE TITANS” yang dimana film ini memiliki nilai-nilai positif yang dapat kaitkan dengan service excellent.

Baiklah membicarakan service excellence. Apa sih pendapat dan pemahaman kalian mengenai pelayanan terlebih dahulu? So guys kalo menurut saya sendiri pelayanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi kebutuhan orang lain. So readers, tau gak sih kalian perbedaannya dengan pelayanan prima atau yang biasa kita kenal dengan nama service excellence.  Jadi teman-teman pelayanan prima adalah suatu kegiatan yang dilakukann seseorang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhannya namun juga memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang dibutuhkan oleh seorang pelanggan.

Membicarakan mengenai pelayanan prima tentunya kita membicarakan mengenai  tentang sebuah kebutuhan pelanggan. Untu itu kita harus memahami secara jelas terlebih dahulu teori-teori yang ada mengenai sebuah kebutuhan manusia sebagai salah satunya adalah teori A. Maslow yang diantara sebagai berikut :


Selanjutnya barulah kita dapat memahami secara  jelas apa sih kebutuhan pelanggan kita. Membicarakan mengenai pelayanan prima sudah pasti membahas mengenai sebuah kepuasaan atas setiap pelayanan yang diberikan. Sebenrnya readers kata “PUAS” itu sudah dapat diartikan sebagai sebuah pelayanan. Namun yang membedakan dengan pelayanan prima adalah konsep yang memberikan bukan hanya kebutuhan dari si pelanggan tapi juga memberikan sesuatu yang lebih dari yang di butuhkan oleh pelanggan. Di samping hal tersebut untuk ada beberapa cara yang dapat membuat kita mengetahui apa sih kebutuhan pelanggan kita sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang prima, yaitu sebagai berikut :

  • Kepekaan
  • Feedback
  • Peningkatan pelayanan secara otomatis
Maksud dari hal-hal tersebut adalah kepekaan dalam memberikan pelayanan dan kondisi pelanggan. Feedback adalah umpan balik sehingga masukan yang telah diterima dari pelanggan sebagai contohnya adalah complaint dapat di manfaatkan sebagai feedback dan dari feedback yang diberikan customers dapat menjadikan kita melakukan peningkatan pelayanan secara berkelanjutan. Sehingga nantinya jika hal tersebut di terapkan secara berkala akan menghasilkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi pelayanan prima.

Nah readers selanjutnya setelah kita memahami mengenai service excellence tentunya berkaitan dengan service quality yang kita berikan dan untuk itu service quality sangat amat berpengaruh demi terciptanya pelayanan prima. Dalam hal ini ada 4 pertanyaan yang dapat kita refleksikan dan pelajari agar kedepannya pelayanan yang kita berikan menjadi pelayanan yang prima.



Baiklah readers sekarang setelah kita memahami mengenai pelayanan yang prima itu seperti apa saya hariini mau membahas serta menganalisis sebuah film yang berjudul “ REMEMBER THE TITANS” yang dapat dijadikan sebagai contoh dari gambar pertanyaan di atas yang nantinya dapat memberikan kesuksesan di akhir setelah proses panjang yang di lalui.  

“Remember The Titans” merupakan salah satu film kisah nyata. Di mulai dari daerah Virginia dimana perbedaan antara kulit hitam dan putih mempunyai ruang dan gerak sendiri. Bahkan mulai dari rumah sakit, lingkungan, tempat tinggal dan sekolah tidak menunjukkan keharmonisan karena perbedaan kulit tersebut. Namun setelah adanya program pemerintah utuk menggabungkan murid berkulit hitam dan putih dalam satu sekolh memberikan dampak lebih baik walau tidak seberapa. Nama sekolah tersebut adalah T.C High School diawalnya murid-murid sangat susah sekali menerima satu sama lain. Namun ada satu hal yang dapat menyatukan mereka yaitu kecintaan mereka akan cabang olahraga American Football.


Jika dikaitkan dengan gambar diatas dan dianalisis sebagai berikut :

1.      1. Where are we now? ( Current Service Quality )

Posisi awal mereka bermulai pada saat Herman Bonne seorang afro amerika yang ditempatkan menjadi pelatih football Amerika di TC William High School di Virginia. Posisinya sebagai pelatih menggantikan pelatih Yoast, pelatih kulit putih yang sangat dihormati oleh murid dan orang tua siswa. Hal ini terjadi di Virginia tahun 1971, saat dimana rasisme terutama antara kulit putih dan kulit hitam masih kental. Pergantian pelatih ini kontan menuai aksi protes oleh siswa dan warga kulit putih. Selama posisi pelatih dari warga kulit putih tidak ada seorangpun siswa kulit hitam yang dapat menjadi pemain tim football sekolah. Proses pergantian kepemimpinan  ini berjalan kurang baik sehingga menimbulkan pertengkaran. Kemudian  Boone dan Yoast sepakat untuk memadukan para pemain siswa kulit putih dan kulit hitam. Namun terlihat sekali para siswa kulit hitam dan kulit putih seperti minyak dan air, tidak pernah akur, penuh kecurigaan dan amarah.

2.     2. Where do we want to be ? ( Defining Service Goals )
Mendefinisikan tujuan mereka dapat dilihat di film ini pada saat melakukan camp Sejak awal keberangkatan Coach Boone sudah melakukan “inovasi” kepemimpinan, dalam Bus seluruh anggota tim harus memiliki pasangan duduk dari rekannya yang berbeda ras. Ditambah lagi saat di camp pelatihan siswa berbeda ras dicampur dalam satu. Perkelahian antar siswa yang masing-masing membawa sentimen ras pun terjadi pada saat mereka diwajibkan harus selau bersama-sama dengan orang yang berbeda ras. 

Kemudian Boone memberikan tugas masing-masing pasangan kamar untuk saling mengenal satu sama lain, jika mereka tidak melakukan hal tersebut maka porsi latihan mereka akan terud sitambahkan oleh para pelatih. Akhirnya perubahan terjadi saat Coach Boone mengajak para anggota tim untuk lari kedaerah lapangan tempat terjadinya pertempuran Gettysburg. Tempat pertempuran paling berdarah dalam sejarah perang sipil Amerika Serikat. Di sana coach Boone menjelaskan tentang pertempuranpertumpahan darah yang terjadi di saat itu hanya karna dikarenakan kebenciaan akibat perbedaan warna kulit yang sampai saat ini juga sedang dialami ole para siswa tersebut. Akhirnya sentimen ras mereka pun berubah menjadi rasa solid tim yang kuat.

3.     3. How will we get there ? ( Action Planning )

Pertanyaan “Bagaimana kita akan sampai di sana?” sangat dapat menggambarkan proses kita untuk mencapai kesuksesan tersebut. Di dalam film ini bisa di lihat adanya action planning dari setiap anggota tim untuk membuat tim football mereka menjadi sukses dan berhasil dalam setiap pertandingan. Setelah kegiatan mengunjungi lapangan tempat terjadinya pertempuran Gettysburg. Para pemain tim mulai menjadi solid dan mulai bisa bekerja sama sebagai rekan tim. Coach Boone dan Coach Yoast pun mulai berubah menjadi seseorang  yang saling menghormati walaupun berbeda warna kulit. Mereka pun selalu berlatih keras dan selalu menurunkan ego mereka saat sedang latihan dan saat sedaang di pertandingan sehingga dari kekompakan tersebut mereka sebagai tim dari pelatih utama Boone-Yoast, “THE TITANS” tim foorball TC William mampu memperoleh prestasi football yang luar biasa hingga  dilevel nasional, sehingga menjadi kebanggaan daerah Alexandria Virginia.

4.     4. How will we know we are getting there ? ( Measuring Service Quality )

Pertanyaan “Bagaimana kita akan tahu bahwa kita sedang menuju ke sana?  Hal ini dapat di lakukan dengan mengukur kualitas dari setiap kita. Dalam ini film ini mereka mengukur kualitas mereka dari dengan cara terus berlatih dan tidak cepat puas hati dari semua pencapaian yang telah mereka raih. Walaupun terdiri atas para pemain yang berbeda warna kulit tapi mampu memberikan kemampuan bermain dan kerjasama tim yang luar biasa. Walaupun dalam kisah film ini tokoh yang unik, ada Gerry Bertier dan Julius Campbell, dua orang tokoh yang berbeda warna kulit yang akhirnya menjadi “saudara” walaupun akhirnya Bertier mengalami kecelakaan sampai menjadi lumpuh. Namun mereka selalu survive dalam semua keadaan yang ada dan terus berprestasi dalam setiap pertandingan yang mereka lalui sampai pada akhirnya masing-masing pemain THE TITANS berkumpul kembali saat pemakaman Bertier. Coach Boone dan Coach Yoast tetap bersahabat dekat sampai tua. Disini mereka menjadi history maker dari perbedaan ras yang ada pada saat ini.

Nah readers, begitu deh cerita dan analisis dari film The Titans dan juga sedikit review dari pelayanan prima. Semoga hal ini bisa bermanfaat buat readers semua ya!!! So see u on my next post ya guys.. have agreat weekend J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar