Hai Readers!!! Apa kabar kalian? Yeay pasti kalian semua baik-baik
saja kan apalagi tidak terasa kita sekarang sudah memasuki bulan Desember
dimana sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2016 dan akan membuka tahun
yang baru di 2017. So readers sebelum itu seperti biasanya nih saya akan
sharing hal baru dan saya mau share mengenai “Konflik, Negosiasi, dan
Rileksasi.”
1. Konflik
Sebelum itu temen-temen tau ga sih apa itu konflik? Pasti kalian udah pernah merasakan sebuah konflik kan. Oke kalo masih bingung let me tell you. Konflik berasal dari kata kerja Latin, configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik didefinisikan sebagai sebuah proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negative, atau akan memengaruhi secara negative, sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan pihak pertama. Hal ini menggambarkan satu titik dalam kegiatan yang sedang berlangsung ketika sebuah interaksi “berubah” menjadi suatu konflik antar pihak.
Sebelum itu temen-temen tau ga sih apa itu konflik? Pasti kalian udah pernah merasakan sebuah konflik kan. Oke kalo masih bingung let me tell you. Konflik berasal dari kata kerja Latin, configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik didefinisikan sebagai sebuah proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negative, atau akan memengaruhi secara negative, sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan pihak pertama. Hal ini menggambarkan satu titik dalam kegiatan yang sedang berlangsung ketika sebuah interaksi “berubah” menjadi suatu konflik antar pihak.
Pandangan Tentang Konflik
Terdapat
tiga sudut pandang atau pandangan terhadap konflik yang terjadi dalam
organisasi, antara lain:
1. Pandangan Tradisional
Pandangan
tradisional menyatakan bahwa konflik dipandang sebagai sesuatu yang jelek,
tidak menguntungkan, dan selalu menimbulkan kerugian dalam organisasi. Oleh
karena itu konflik harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin dengan mencari
akar permasalahannya.
Pandangan
ini menyatakan bahwa konflik merupakan peristiwa yang wajar dalam semua
kelompok organisasi ,tanpa diciptakan konflik mesti terjadi dalam organisasi.
Atas dasar itu, konflik tidak selamanya merugikan, tetapi juga menguntungkan.
Oleh sebab itu, konflik yang terjadi harus dikelola dengan baik.
3. Pandangan
Interaksi
Pandangan
ini menganggap bahwa konflik dalam organisasi perlu diciptakan. Konfik bukan
hanya suatu kekuatan positif dalam suatu organisasi tetapi juga diperlukan agar
kinerja organisasi lebih efektif.
Jenis
Dan Penyebab
Ditinjau
dari segi fungsinya, ada dua jenis konflik, yaitu:
1. Konflik
Konstruktif : konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
2. Konflik Destruktif : konflik yang memiliki
nilai negative bagi organisasi.
Ditinjau
dari segi instansionalnya, konflik terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
a. Konflik
kebutuhan individu dengan peranan dalam organisasi
b. Konflik
peranan dengan peranan
c. Konflik
individu dengan individu lain
Setiap
orang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga sering kali berbenturan
dengan
peranan
yang harus dijalankan dalam organisasi atau bahkan berbenturan dengan kebutuhan
orang yang
laiinya.
Ditinjau dari segi materi yang dikonflikkan, terdapat empat jenis
konflik, yaitu:
Konflik
jenis ini terjadi jika ada 2 atau lebih tujuan yang kompetitif atau bahkan
kontradiktif.
2. Konflik Peranan
Peranan
adalah konsep yang sangat penting dalam organisasi karena akan membantu
memahami perilaku yang diharapkan dari pihak yang menduduki posisi tertentu
dalam organisasi . Konflik peranan timbul karena manusia
memiliki lebih dari satu peranan dan setiap peranan tidak selalu memiliki
kepentingan yang sama. Di sisi lain, banyaknya peranan dalam keseluruhan
organisasi semakin membuka peluang munculnya konflik ini.
3. Konflik Nilai
Nilai adalah kepercayaan yang bertahan
lama di mana model sikap khusus atau sifat-akhir eksistensi secara pribadi atau
secara social lebih disukai daripada model sikap yang seballiknya atau yang
bertentangan dengan sifat akhir eksistensi.
Konflik
nilai muncul karena pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dan nilai
yang dijunjung tinggi antar-organisasi tidak sama.
4. Konflik Kebijakan
Dapat
terjadi karena adanya ketidaksetujuan individu atau kelompok terhadap kebijakan
yang disampaikan oleh pihak.
Mastenbroek membagi konflik menjadi 4 jenis, antara lain:
1. Instrumental Conflicts
Terjadi
karena ketidaksepakatan komponen organisasi dan proses pengoperasiannya.
2. Socio-emotional Conflicts
Konflik
ini berkaitan dengan identitas, kandungan emosi, citra diri, prasangka
kepercayaan, rasa terikat dan identifikasi terhadap kelompok, lembaga, dan
lambang-lambang tertentu, sistem nilai dan reaksi satu dengan yang lain.
3. Negotiating Conflicts
Adalah
ketegangan-ketegangan pada waktu terjadinya proses negosiasi, misalnya pada
waktu membagi barang, uang, fasilitas, wewenang.
4. Power and Dependency Conflicts
Konflik
kekuasaan dan kebergantungan berkaitan dengan persaingan dalam organisasi.
Proses Konflik
proses
konflik dapat dipahami sebagai sebuah proses yang terdiri atas lima tahapan:
potensi pertentangan atau ketidakselarasan, kognisi dan personalisasi, maksud,
perilaku, dan akibat.
Tahap I : Potensi pertentangan dan ketidakselarasan
Tahap
pertama adalah munculnya kondisi yang member peluang terciptanya konflik.
Kondisi-kondisi tersebut juga bisa dianggap sebagai sebab atau sumber konflik.
Kategori umumnya antara lain :
- Komunikasi
- Strukur
- Variabel-variabel pribadi
Tahap II : Kognisi dan personalisasi
Tahap
ini penting karena dalam tahap inilah biasanya isu-isu konflik didefinisikan.
Pada tahap ini pula para pihak memutuskan konflik itu tentang apa.
Konflik
yang dipersepsi adalah kesadaran oleh satu atau lebih pihak akan adanya
kondisi-kondisi yang menciptakan peluang munculnya konflik.
Konflik
yang dirasakan adalah keterlibatan dalam sebuah konflik yang menciptakan
kecemasan, ketegangan, frustasi atau rasa bermusuhan.
Tahap III : Maksud
Maksud
adalah keputusan untuk bertindak dengan cara tertentu. Banyak konflik semakin
rumit karena salah satu pihak salah dalam memahami maksud pihak lain.
Di
sisi lain, biasanya ada perbedaan yang besar antara maksud dan perilaku,
sehingga perilaku tidak selalu mencerminkan secara akurat maksud seseorang.
Tahap IV : Perilaku
Pada
tahap inilah konflik mulai terlihat jelas. Tahap perilaku ini meliputi
pernyataan, aksi, dan reaksi yang dibuat oleh pihak-pihak yang berkonflik.
Perilaku konflik ini biasanya merupakan upaya untuk menyampaikan maksud dari
masing-masing pihak.
Tahap V : Akibat
Jalinan
aksi-reaksi antara pihak-pihak yang berkonflik menghasilkan
konsekuensi. Konsekuensi atau akibat ini bisa saja bersifat
fungsional atau disfungsional. Dikatakan bersifat fungsional ketika konflik
tersebut justru menghasilkan perbaikan kinerja kelompok, sedangkan
disfungsional adalah ketika konflik tersebut menjadi penghambat kinerja
kelompok.
Selanjutnya readers setelah membahas mengenai konflik pastinya ada yang namanya negoisasi dimana hal ini dapat membantu menyelesaikan konflik yang ada. tahukah kalian mengenai negoisasi? jika tidak berikut penjelasan yang akan saya sharingkan.
2. Negosiasi
Negosiasi adalah suatu upaya
yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari
jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama.
Strategi Negosiasi
1.
Negosiasi Menang-Kalah ( Win-Lose )
Pandangan klasik menyatakan bahwa negosiasi terjadi
dalam bentuk sebuah permainan yang nilai totalnya adalah nol ( zero sum game ).
Artinya apapun yang terjadi dalam negosiasi pastilah salah satu
pihak akan menang, sedangkan pihak yang lainnya kalah, atau biasa dikenal
dengan pendekatan distributif.
2.
Negosiasi Menang-Menang ( Win-Win )
Pendekatan
yang sama-sama menguntungkan, atau pendekatan integratif , dalam bernegosiasi
memberikan cara pandang yang berbeda dalam proses negosiasi. Negosiasi
menang-menang adalah pendekatan penjumlahan positif. Situasi
–situasi penjumlahan positif adalah pendekatan di mana setiap pihak mendapatkan
keuntungan tanpa harus merugikan pihak lain.
Dalam
konteks organisasi, negosiasi dapat terjadi antara dua orang ( seperti antara
atasan dengan bawahan dalam menentukan tanggal penyelesaian proyek yang
dilimpahkan kepada bawahan), dalam satu kelompok ( seperti pada kebanyakan
proses pengambilan keputusan dalam kelompok), antarkelompok ( seperti yang
terjadi antara departemen pembelian dan penyedia material mengenai harga,
kualitas, atau tanggal pengiriman), melalui internet.
Proses Negosiasi
Berikut
tahap-tahap negosiasi sebagai berikut:
1. Persiapan dan perencanaan :sebelum
bernegosiasi perlu mengetahui apa tujuan dari Anda bernegosiasi dan memprediksi
rentangan hasil yang mungkin diperoleh dari “paling baik” hingga “paling minimum
bisa diterima”.
2. Penentuan aturan dasar: begitu selesai
melakukan perencanaan dan menyusun strategi, selanjutnya mulai menentukan
aturan-aturan dan prosedur dasar dengan pihak lain untuk negosiasi itu sendiri.
3. Klarifikasi dan justifikasi: ketika posisis
awal sudah saling dipertukarkan, baik pihak pertama maupun kedua akan
memaparkan, menguatkan, mengklarifikasi, mempertahankan, dan menjustifikasi
tuntutan awal.
4. Penutupan dan implementasi : tahap akhir dalam
negosiasi adalah memformalkan kesepakatan yang telah dibuat serta menyusun
prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan pengawasan pelaksanaan.
Strategi Manajemen Konflik
Strategi
manjemen konflik diterapkan untuk menjadikan konflik dan pemecahannya sebagai
pendinamisasi dan pengoptimalan pencapaian tujuan organisasi. Berikut strategi
manajemen konflik adalah sebagai berikut:
1. Strategi Menang-Kalah
Strategi
ini ada kalanya pihak tertentu menggunakan wewenang atau kekuasaan untuk
memenangkan/menekan pihak lain.
2. Strategi Kalah-Kalah
Strategi
ini dapat berupa kompromi, di mana kedua belah pihak berkorban untuk
kepentingan bersama.
3. Strategi Menang-Menang
Konflik
dipecahkan melalui metode problem solving. Metode ini dianggap paling baik
karena tidak ada pihak yang dirugikan. Metode pemecahan masalah mempunyai
hubungan positif dengan manajemen konflik yang efektif, pemecahan masalah
banyak dipergunakan oleh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan tetapi lebih suka
bekerja sama.
Dalam menghadapi konflik tentunya kita akan mengalami stress dan untuk itu kita membutuhkan relaksasi dan berikut saya mau share sedikit nih mengenai relaksasi.
3. Relaksasi
Relaksasi adalah proses melepaskan
ketegangan dan mengembalikan keseimbangan baik pikiran maupun tubuh. Teknik
relaksasi sangat penting dalam mengelola stres. Karena stres dikenal untuk
berkontribusi bagi perkembangan banyak penyakit, orang perlu penangkal
pertempuran stres. Bahkan, relaksasi mungkin menjadi salah satu faktor yang
paling penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Relaksasi yang
profesional sangat penting untuk kesehatan dan disarankan terapis harus
menggunaan teknik relaksasi untuk mengelola stress, stres tidak hanya dalam
kehidupan sehari-hari tetapi juga stres yang disebabkan oleh kondisi kesehatan
tiap pasien. Teknik relaksasi dapat menguntungkan baik kesehatan psikologis dan
fisik.
Teknik Relaksasi yang bermanfaat
untuk pikiran dan tubuh. Ada beberapa teknik relaksasi yang mempromosikan baik
kesehatan psikologis dan fisik. Beberapa teknik yang diajarkan dan dilakukan
oleh para ahli. Ada juga teknik yang dapat Anda gunakan sendiri.
Salah
satu teknik relaksasi ini disebut
1. Relaksasi Autogenik.
Teknik ini memanfaatkan baik
kesadaran tubuh dan citra visual untuk melepaskan ketegangan dan stres. Salah
satu contoh relaksasi autogenik yang membayangkan diri Anda dalam lingkungan
yang damai dan kemudian berfokus pada pengendalian pernapasan, denyut jantung,
atau sensasi fisik lainnya.
2. Relaksasi Visualisasi
Adalah teknik relaksasi lain.
Dalam memanfaatkan teknik ini, Anda menciptakan citra mental untuk dapat
mengambil sendiri ke tempat yang damai atau situasi yang menenangkan. Ketika
berlatih visualisasi, Anda mencoba untuk menggunakan semua indra Anda jika
mungkin.
3. Relaksasi Otot Progresif
Merupakan teknik relaksasi yang
berfokus pada perlahan tegang dan santai otot. Teknik ini akan membuat Anda
lebih menyadari perbedaan antara relaksasi dan ketegangan otot, ini adalah cara
untuk menjadi lebih sadar akan sensasi fisik Anda.
Teknik relaksasi yang disebutkan
di atas yang paling sering biasanya dilakukan dengan gerakan minimal dan sambil
berbaring atau duduk. Teknik ini disebut latihan relaksasi pasif atau formal.
Teknik relaksasi juga dapat menggabungkan latihan seperti yoga, berkebun, Tai
chi, dan Chikung. Bodyworks seperti penggunaan pijat, refleksi, akupunktur dan
sauna juga digunakan untuk mempromosikan relaksasi.
Manfaat Relaksasi terhadap Kesehatan Fisik
Relaksasi dapat membawa sejumlah
manfaat kesehatan fisik. Selama relaksasi, denyut jantung dan pernapasan
melambat. Tekanan darah menurun, dan aliran darah ke otot-otot utama Anda
meningkat. Sakit kronis dan ketegangan otot juga berkurang secara signifikan
ketika berlatih teknik relaksasi. Sistem tubuh termasuk peredaran darah, sistem
kekebalan tubuh, pencernaan, dan pernapasan juga berfungsi lebih baik.
Relaksasi juga telah ditunjukkan
untuk memperbaiki kondisi kesehatan tertentu. Gangguan kulit seperti eksim,
dermatitis psoriasis, dan cenderung memperbaiki relaksasi. Luka bakar, bisul,
asma, emfisema, arthritis, migrain, epilepsi, sindrom pramenstruasi dan
menopause, angina, fibromyalgia, insomnia, dan diabetes mellitus adalah
beberapa kondisi yang diketahui meningkatkan dengan relaksasi.
Manfaat Relaksasi tentang Kesehatan Psikologis
Relaksasi adalah cara untuk
menenangkan pikiran. Orang yang mempraktekkan teknik relaksasi dikenal untuk
mendapatkan tidur yang lebih baik. Relaksasi juga dapat membantu Anda menjaga
emosi Anda di cek menyebabkan serangan kurang marah dan menangis. Selain itu,
dapat meningkatkan memori, konsentrasi, dan pemecahan masalah keterampilan.
Gangguan kecemasan, depresi, dan serangan panik juga dikenal untuk meningkatkan
dengan relaksasi.
Nah readers itulah yang ingi saya sharingkan hariini mengenai konfli, cara bernegosiasi serta relaksasi semoga semua hal ini dapat bermanfaat ya untuk teman-teman kedepannya dalam menghadapi sebuah konflik. See u on my next post readers!! Have a great weekend :)













