Jumat, 25 November 2016

COMPLAINT AS A GIFT

Hallo Readers How was your condition this week? I hope all of you in the good conditions ya. Yups as usually today I’ll back to share something to all of you. Baiklah setelah minggu lalu kita mengetahui perbedaan antara service dan service excellent. Nah minggu ini aku mau sharing mengenai “ complaint as a gift “. Pasti kalian akan bertanya-tanyakan kok aneh komplen malah di jadikan sebuah pemberian. So readers kalian tidak usah khawatir sekarang saya mau memberitahu kalian nih biar semua tidak bingung lagi dan menjadikan komplen sebgai sesuatu hal yang baik.


Baiklah sebelum kita membahas lebih jauh. Saya mau nanya nih menurut kalian complaint itu apa sih? Baiklah kalo kalian masih bingung, berikut definisi mengenai complaint. Complaint adalah ekspresi yang timbul akibat adanya perbedaan antara persepsi (apa yang di lihat) dan ekspektasi (apa yang diharapkan) pelanggan. Ekspresi / wujud ketidakpuasaan yang membutuhkan tanggapan. Baiklah readers setelah kita memahami mengenai definisi mengenai complaint. Ada sebuah pertanyaan yang ingin saya tanyakan, Tahukah kalian kenapa sih sebuah complaint dapat di katakana sebagai sesuatu hal yang sangat penting dalam peningkatan pelayanan jasa? Iya karena complaint sendiri dapat menjadikan kita dapat melakukan peningkatan dalam kinerja sehingga menjadikan terjadinya service excellence dalam sebuah pelayanan.

Setiap kita sebenarnya diharapkan memiliki rasa kepekaan sehingga tidak menimbulkan complaint dari pelanggan. Saat terjadi complaint juga bukan untuk menjadikan service excellence tetapi menjadikan kita harus mengetahui bagaimana memenuhi kebutuhan yang standard sehingga tidak terjadinya sebuah complaint.

Berikut adalah kasus-kasus complaint yang sering terjadi di industry pariwisata :
  • ·         Kemacetan
  • ·         Masalah AC di dalam hotel
  • ·         Ketidakpuasaan akan kebersihan lingkungan sekitar
  • ·         Kualitas makanan yang buruk dan pelayanan yang kurang baik
  • ·         Pelayanan yang kurang sopan

Tahukah kalian kenapa sih pelanggan melakukan complaint? Biasanya pelanggan melakukan complaint dikarenakan eksepektasi yang mereka harapkan tidak sesuai dengan pelayanan yang di terima. Sehingga dari hal tersebut timbullah sebuah complaint.

Baiklah readers sebeneranya pada saat kita belajar mengenai complaint as a gift. Tahukah kalian kenapa sih kita perlu untuk memahami pelanggan serta kebutuhan mereka? Berikut hal-hal yang membuat kita perlu untuk memenuhi pelanggan serta kebutuhan mereka :
  • ·  Menurut faktanya 68% pelanggan akan pergi apabila mereka mendapatkan pengalaman pelayanan yang buruk
  • ·     Untuk mendapatkan customers yang baru akan mengeluarkan 5x lipat biaya yang lebih mahal untuk mendapatkannya
  • ·        Harus tau bagaimana meningkatkan pelayananan dari kebutuhan yang diinginkan customer



Adapun dalam complaint sikap-sikap dan reaksi normal yang timbul pada saat seseorang menerima keluhan dari pelanggan. Berikut reaksi normal yang timbul dari seseorang yang menerima keluhan :
  • ·         Mengabaikan keluhan
  • ·         Defensive
  • ·         Marah
  • ·         Kekhawatiran kembali kehilangan pelanggan dan juga reputasi
  • ·         Jengkel , dsb.


Namun disini juga saya akan memberitahu sikap yang sering di tunjukkan customers pada saat sedang melakukan complaint :
  • ·         Bahasa saat komunikasi yang kurang baik
  • ·         Gugup
  • ·         Kasar
  • ·         Emosional
  • ·         Kurang memahami peraturan
  • ·         Terkadang keluhan yang diberikan tidak masuk akal

Nah readers hal-hal tersebut lah yang biasanya terjadi pada saat terjadinya sebuah complaints.


Well readers, dalam menghadapi complaints pastinya kan ada cara menanggani complaints. Namun kali ini saya mau membahas mengenai cara penangganan complaints yang salah yang sering di lakukan sebagai berikut :
  • ·         Meminta maaf saja dan tanpa ada perbaikan
  • ·         Menyalahkan orang lain
  • ·         Memberikan janji dan tidak memberikan respon balik
  • ·         Menyampaikan ke departemen lain
  • ·         Menginterogasi pelanggan


Sekarang saya ingin membahas bagaimana seharusnya keluhan itu dapat menjadi sebuah hal positif/ hadiah? Berikut adalah hal yang harus kita lakukan :
  • Kita harus mengetahui pesan yang terkandung dari keluhan tersebut
  • Pelanggan memiliki 2 kebutuhan terpisah sebeneranya ketika mereka mengeluh yang pertama adalah karena memang dikarenakan pelayanan dan yang kedua dikarenakan dari keluhan yang kurang di tanggapi. Maka dari itu kita haru bisa memilah serta menangganinya dengan baik
  • Mengembalikan keadaan yang buruk menjadi lebih baik kembali karena faktanya dari pemulihan keadaan yang menjadi baik memiliki manfaat dan keuntungan yang jauh lebih besar daripada memulai dengan menarik pelanggan yang baru.
  • Kita harus menyadari karena mayoritas pelanggan melakukan hal jujur dalam memberikan keluhan


Selanjutnya readers ada 5 prinsip-prinsip penanganaan keluhan :
  1. Trustworthy
  2. Respect
  3. Understanding
  4. Sensitivity
  5. Timeliness

Well readers jadi jika kita mengabungkan semua hal yang ada di dalam 5 prisnsip tersebut dapat menjadikan kita dapat menanggani setiap keluhan dengan baik.

Kalo tadi kita mempelajari mengenai prinsip-prinsipnya sekarang saya mau menjelaskan mengenai 7 model yang dapat di lakukan dalam penangganan complaint :

  1. Acceptance : menerima setiap keluhan dan mencoba untuk menjelaskan dengan intonasi nada yang lebih rendah
  2. Apology   : selalu meminta maaf atas setiap ketidaknyamanan yang terjadi baik itu kesalahan kita ataupun bukan kesalahan kita
  3. Empathy       : memiliki rasa empati di segala situasi dan kondisi yang sedang dialami tamu. Mencoba untuk selalu mengerti dan mengetahui keinginan yang tamu mau.
  4. Analysis   : menganalisis setiap keluhan yang ada tanpa melakukan interupsi saat pelanggan sedang menjelaskan mengenai keluhannya. Mencoba untuk selalu mendengar terlebih dahulu setelahnya baru menanyakan beberapa pertanyaan secara sopan untuk mengklarifikasi.
  5. Alternative solution : memberikan solusi alternative terhadap setiap keluhan yang dialami pelanggan.
  6. Agreement  : membuat persetujuan dari setiap solusi yang telah di sepakati
  7. Assurance   : memberikan kepastian dan jaminan akan pelayanan yang jauh lebih baik lagi kedepannya.


Nah readers kurang lebih sepeerti itu yang saya bahas mengenai complaint as a gift dan semoga dengan sharing saya hari ini bisa membuat teman-teman semakin paham bagaimana cara menanggani complaint secara baik dan menjadikan complaint bukan sebagai hambatan tetapi sebagai peluang untuk memberikan pelayanan jasa yang jauh lebih baik lagi kedepannya. So I think it’s really enough for my sharing today. Hope it will be very useful to all of you my lovely readers. See you next week in other theme that I want to share. See u and have a nice weekend everyone :)



Sabtu, 19 November 2016

Pelayanan Prima : Remember The Titans Movie Review

Hallo Readers!!! Apa kabar kalian? I’m so glad can share a new information with all of you again. Baiklah, jadi hari ini saya akan mereview materi mengenai “Pelayanan Prima” serta  saya pun akan menganalisis sebuah film  yang berjudul “REMEMBER THE TITANS” yang dimana film ini memiliki nilai-nilai positif yang dapat kaitkan dengan service excellent.

Baiklah membicarakan service excellence. Apa sih pendapat dan pemahaman kalian mengenai pelayanan terlebih dahulu? So guys kalo menurut saya sendiri pelayanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi kebutuhan orang lain. So readers, tau gak sih kalian perbedaannya dengan pelayanan prima atau yang biasa kita kenal dengan nama service excellence.  Jadi teman-teman pelayanan prima adalah suatu kegiatan yang dilakukann seseorang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhannya namun juga memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang dibutuhkan oleh seorang pelanggan.

Membicarakan mengenai pelayanan prima tentunya kita membicarakan mengenai  tentang sebuah kebutuhan pelanggan. Untu itu kita harus memahami secara jelas terlebih dahulu teori-teori yang ada mengenai sebuah kebutuhan manusia sebagai salah satunya adalah teori A. Maslow yang diantara sebagai berikut :


Selanjutnya barulah kita dapat memahami secara  jelas apa sih kebutuhan pelanggan kita. Membicarakan mengenai pelayanan prima sudah pasti membahas mengenai sebuah kepuasaan atas setiap pelayanan yang diberikan. Sebenrnya readers kata “PUAS” itu sudah dapat diartikan sebagai sebuah pelayanan. Namun yang membedakan dengan pelayanan prima adalah konsep yang memberikan bukan hanya kebutuhan dari si pelanggan tapi juga memberikan sesuatu yang lebih dari yang di butuhkan oleh pelanggan. Di samping hal tersebut untuk ada beberapa cara yang dapat membuat kita mengetahui apa sih kebutuhan pelanggan kita sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang prima, yaitu sebagai berikut :

  • Kepekaan
  • Feedback
  • Peningkatan pelayanan secara otomatis
Maksud dari hal-hal tersebut adalah kepekaan dalam memberikan pelayanan dan kondisi pelanggan. Feedback adalah umpan balik sehingga masukan yang telah diterima dari pelanggan sebagai contohnya adalah complaint dapat di manfaatkan sebagai feedback dan dari feedback yang diberikan customers dapat menjadikan kita melakukan peningkatan pelayanan secara berkelanjutan. Sehingga nantinya jika hal tersebut di terapkan secara berkala akan menghasilkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi pelayanan prima.

Nah readers selanjutnya setelah kita memahami mengenai service excellence tentunya berkaitan dengan service quality yang kita berikan dan untuk itu service quality sangat amat berpengaruh demi terciptanya pelayanan prima. Dalam hal ini ada 4 pertanyaan yang dapat kita refleksikan dan pelajari agar kedepannya pelayanan yang kita berikan menjadi pelayanan yang prima.



Baiklah readers sekarang setelah kita memahami mengenai pelayanan yang prima itu seperti apa saya hariini mau membahas serta menganalisis sebuah film yang berjudul “ REMEMBER THE TITANS” yang dapat dijadikan sebagai contoh dari gambar pertanyaan di atas yang nantinya dapat memberikan kesuksesan di akhir setelah proses panjang yang di lalui.  

“Remember The Titans” merupakan salah satu film kisah nyata. Di mulai dari daerah Virginia dimana perbedaan antara kulit hitam dan putih mempunyai ruang dan gerak sendiri. Bahkan mulai dari rumah sakit, lingkungan, tempat tinggal dan sekolah tidak menunjukkan keharmonisan karena perbedaan kulit tersebut. Namun setelah adanya program pemerintah utuk menggabungkan murid berkulit hitam dan putih dalam satu sekolh memberikan dampak lebih baik walau tidak seberapa. Nama sekolah tersebut adalah T.C High School diawalnya murid-murid sangat susah sekali menerima satu sama lain. Namun ada satu hal yang dapat menyatukan mereka yaitu kecintaan mereka akan cabang olahraga American Football.


Jika dikaitkan dengan gambar diatas dan dianalisis sebagai berikut :

1.      1. Where are we now? ( Current Service Quality )

Posisi awal mereka bermulai pada saat Herman Bonne seorang afro amerika yang ditempatkan menjadi pelatih football Amerika di TC William High School di Virginia. Posisinya sebagai pelatih menggantikan pelatih Yoast, pelatih kulit putih yang sangat dihormati oleh murid dan orang tua siswa. Hal ini terjadi di Virginia tahun 1971, saat dimana rasisme terutama antara kulit putih dan kulit hitam masih kental. Pergantian pelatih ini kontan menuai aksi protes oleh siswa dan warga kulit putih. Selama posisi pelatih dari warga kulit putih tidak ada seorangpun siswa kulit hitam yang dapat menjadi pemain tim football sekolah. Proses pergantian kepemimpinan  ini berjalan kurang baik sehingga menimbulkan pertengkaran. Kemudian  Boone dan Yoast sepakat untuk memadukan para pemain siswa kulit putih dan kulit hitam. Namun terlihat sekali para siswa kulit hitam dan kulit putih seperti minyak dan air, tidak pernah akur, penuh kecurigaan dan amarah.

2.     2. Where do we want to be ? ( Defining Service Goals )
Mendefinisikan tujuan mereka dapat dilihat di film ini pada saat melakukan camp Sejak awal keberangkatan Coach Boone sudah melakukan “inovasi” kepemimpinan, dalam Bus seluruh anggota tim harus memiliki pasangan duduk dari rekannya yang berbeda ras. Ditambah lagi saat di camp pelatihan siswa berbeda ras dicampur dalam satu. Perkelahian antar siswa yang masing-masing membawa sentimen ras pun terjadi pada saat mereka diwajibkan harus selau bersama-sama dengan orang yang berbeda ras. 

Kemudian Boone memberikan tugas masing-masing pasangan kamar untuk saling mengenal satu sama lain, jika mereka tidak melakukan hal tersebut maka porsi latihan mereka akan terud sitambahkan oleh para pelatih. Akhirnya perubahan terjadi saat Coach Boone mengajak para anggota tim untuk lari kedaerah lapangan tempat terjadinya pertempuran Gettysburg. Tempat pertempuran paling berdarah dalam sejarah perang sipil Amerika Serikat. Di sana coach Boone menjelaskan tentang pertempuranpertumpahan darah yang terjadi di saat itu hanya karna dikarenakan kebenciaan akibat perbedaan warna kulit yang sampai saat ini juga sedang dialami ole para siswa tersebut. Akhirnya sentimen ras mereka pun berubah menjadi rasa solid tim yang kuat.

3.     3. How will we get there ? ( Action Planning )

Pertanyaan “Bagaimana kita akan sampai di sana?” sangat dapat menggambarkan proses kita untuk mencapai kesuksesan tersebut. Di dalam film ini bisa di lihat adanya action planning dari setiap anggota tim untuk membuat tim football mereka menjadi sukses dan berhasil dalam setiap pertandingan. Setelah kegiatan mengunjungi lapangan tempat terjadinya pertempuran Gettysburg. Para pemain tim mulai menjadi solid dan mulai bisa bekerja sama sebagai rekan tim. Coach Boone dan Coach Yoast pun mulai berubah menjadi seseorang  yang saling menghormati walaupun berbeda warna kulit. Mereka pun selalu berlatih keras dan selalu menurunkan ego mereka saat sedang latihan dan saat sedaang di pertandingan sehingga dari kekompakan tersebut mereka sebagai tim dari pelatih utama Boone-Yoast, “THE TITANS” tim foorball TC William mampu memperoleh prestasi football yang luar biasa hingga  dilevel nasional, sehingga menjadi kebanggaan daerah Alexandria Virginia.

4.     4. How will we know we are getting there ? ( Measuring Service Quality )

Pertanyaan “Bagaimana kita akan tahu bahwa kita sedang menuju ke sana?  Hal ini dapat di lakukan dengan mengukur kualitas dari setiap kita. Dalam ini film ini mereka mengukur kualitas mereka dari dengan cara terus berlatih dan tidak cepat puas hati dari semua pencapaian yang telah mereka raih. Walaupun terdiri atas para pemain yang berbeda warna kulit tapi mampu memberikan kemampuan bermain dan kerjasama tim yang luar biasa. Walaupun dalam kisah film ini tokoh yang unik, ada Gerry Bertier dan Julius Campbell, dua orang tokoh yang berbeda warna kulit yang akhirnya menjadi “saudara” walaupun akhirnya Bertier mengalami kecelakaan sampai menjadi lumpuh. Namun mereka selalu survive dalam semua keadaan yang ada dan terus berprestasi dalam setiap pertandingan yang mereka lalui sampai pada akhirnya masing-masing pemain THE TITANS berkumpul kembali saat pemakaman Bertier. Coach Boone dan Coach Yoast tetap bersahabat dekat sampai tua. Disini mereka menjadi history maker dari perbedaan ras yang ada pada saat ini.

Nah readers, begitu deh cerita dan analisis dari film The Titans dan juga sedikit review dari pelayanan prima. Semoga hal ini bisa bermanfaat buat readers semua ya!!! So see u on my next post ya guys.. have agreat weekend J

Jumat, 04 November 2016

KOMUNIKASI

Haiii Readers!!!  Apakabar kalian minggu ini?  Semoga semuanya selalu dalam keadaan baik ya J

Okedeh hari ini balik lagi saya mau posting dan sharing informasi ke temen-temen semua mengenai “KOMUNIKASI”. So pasti kalian pasti udah banyak tau dong mengenai hal ini. Tentunya kita pasti mengerti mengenai komunikasi karena ini merupakan aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Oke deh guys sekarang langsung aja kita bahas sama-sama mengenai komunikasi dan apa sih kaitannya dengan psikologi pelayanan dan Industri pariwisata.



Baiklah Readers sebelum bahas lebih jauh kalian tau tidak definisi dari komunikasi itu sendiri apa? Oke kalo kalian belum tau don’t worry saya akan coba kasih beberapa definisi komunikasi ke kalian yang nantinya bisa membantu kalian lebih paham lagi mengenai komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Atau jika disimpulkan supaya lebih sederhana, Komunikasi adalah proses interaksi antara seseorang dengan orang lain untuk memberikan suatu pesan(informasi) melalui media untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan.

Tahukan kalian kenapa manusia perlu berkomunikasi ? berikut adalah beberapa alasan mengapa manusia perlu berkomunikasi :
  • Melalui komunikasi seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Melalui komunikasi seseorang  dapat mengenali dirinya sendiri.
  • Melalui komunikasi seseorang  dapat menyampaikan ide/gagasan kepada orang lain.
  • Melalui komunikasi seseorang dapat mengetahui dan mempelajari diri orang lain.
  • Melalui komunikasi seseorang dapat menambah pengetahuan & mengubah sikap perilakunya.


Pasti temen-temen bertanya kenapa dari definisi tersebut ada kata-kata pesan dan media? Okedeh biar tidak bingung saya mau kasih tau nih temen-temen dalam proses komunikasi itu sebenarnya ada unsur-unsur komunikasi yang bisa menjadikan komunikasi itu berjalan efektif. Apa saja sih unsur-unsur komunikasi? Berikut unsur-unsur komunikasi
  • Komunikator (Pemberi informasi) :  seseorang/sekelompok yang memulai pembicaraan.
  • Komunikan (penerima informasi)  : seseorang/sekelompok yang menerima informasi.
  • Pesan (Informasi): pesan adalah informasi baik yang berupa ilmu, pengetahuan,gagasan,pendapat,ide yang dibuat oleh komunikator/komunikan.
  • Media (Saluran) : alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada komunikator/komunikan.                                           
  • Sebab-akibat : akibat/dampak/hasil yang terjadi dari proses komunikasi yang dilakukan oleh komunikator/komunikan.
  • Hambatan(gangguan) : Faktor fisik/psikologis yang dapat menganggu/menghambat kelancaran proses komunikasi.
  • Feedback   : Tanggapan balik dari komunikator/komunikan atas pesan yang diterimanya.


Nah readers, gimana sekarang sudah mulai paham kan mengenai komunikasi dan unsur-unsur apa saja yang ada didalamnya, tapi tau tidak sih kalian gimana alur proses komunikasi itu berjalan? Berikut gambar dibawah ini merupakan alur proses komunikasi :


So readers setelah kita mengetahui alur proses komunikasi. Sekarang saya mau menjelaskan mengenai komunikasi efektif. Apa sih yang di maksud komunikasi efektif? kenapa komunikasi efektif itu perlu dalam suatu proses komunikasi? Apa hubungannya dengan psikologi pelayan?
Baiklah jadi Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.

Kenapa komunikasi efektif itu perlu dalam suatu proses komunikasi? Dan Apa hubungannya dengan psikologi pelayan? Baiklah komunikasi efektif pasti adalah hal yang sangat diperlukan juga dalam proses komunikasi kenapa? Karena komunikasi efektif itu biasanya berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi kepada customers. Kembali lagi jika kita kaitankan dengan psikologi pelayanan dimana kita belajar mengenai cara memenuhi kebutuhan customers, menciptakan kebutuhan baru customers, dan memberikan kepuasaan customers. Demikian juga dengan komunikasi efektif dimana setelah kita melakukan komunikasi yang efektif kepada customers dengan memberikan informasi yang cepat daqn tepat maka customers tersebut akan memberikan respon dan nantinya dari respon tersebut kita dapat mengetahui kebutuhan customers kita. Sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan customers, menciptakan kebutuhan baru customers, dan memberikan kepuasaan customers sehingga terjadilah service excellent . dari hal tersebut maka komunikasi yang kita lakukan ke customers dapat dikatakan sebagai suatu komunikasi yang efektif karena terdapat respon (feedback) dari customers kita.

Contoh komunikasi dapat dikatakan sebagai komunikasi yang efektif dikaitkan dengan industri pariwisata :
Pada saat di suatu travel agent melakukan perjalanan wisata dimana komunikator (tour guide) memberikan informasi dan menjelaskan tentang sejarah,objek wisata yang akan dikunjungi,budaya,dsb (pesan) melauli microphone didalam bus (media)kepada komunikan (customers) setelah menjelaskan dan memberikan informasi komunikan memberikan pertanyaan kepada komunikator mengenain hal yang belum terlalu jelas dari informasi yang diberikan (feedback) lalu komunikator (tour guide) menjawab dan menjelaskan kembali kepada komunikan sehingga komunikan merasa puas dan mengerti dengan informasi yang disampaikan (sebab-akibat /efek).
Jadi readers dari contoh kasus diatas hal tersebut merupakan contoh komunikasi yang efektif dimana pesan yang disampaikan komunikator kepada komunikan melalui media menghasilkan feedback dari pertanyaan yang ditanyakan lalu setelah dijawab komunikan merasa puas dan itu merupakan efek atau sebab akibat dari komunikasi sehingga diakhirnya customers merasa puas dengan informasi yang diberikan menjadikan komunikasi tsb dapat dikatakan sebagai komunikasi yang efektif.


Readers membahas mengenai komunikasi tahukah kalian kalo komunikasi itu memiliki beberapa jenis. Berikut jenis-jenis komunikasi :
  1. Komunikasi verbal : proses penyampaian pesan/informasi melalui kata-kata yang mengandung makna baik secara lisan maupun tulisan yang terstruktur dan sesuai dengan SPOK.
  2. Komunikasi non verbal : proses penyampaian informasi/pesan melalui gerak tubuh tanpa mengeluarkan kata-kata dalam bentuk verbal.





Lalu tahukah kalian bahwa ternyata tanpa kita sadari  80% komunikasi kita dikuasai oleh komunikasi non verbal. Contohnya : kita berkeringat pada saat sedang gugup, kita menguap pada saat kita mengajntuk,dsb. Dan untuk 20% sisanya komunikasi kita di kuasai oleh komunikasi verbal.

Tentunya readers pada saat kita berkomunikasi ada saja hambatan-hambatannya yang membuat apa yang di harapkan customers tidak sesuai dengan kenyataan yang kita berikan sehingga menimbulkan masalah.. Berikut merupakan hambatan-hambatan dalam proses komunikasi :
  • Modalitas (Kejelasaan) : Penggunaan kata-kata yang kurang dimengerti atau penyampaian informasi yang kurang jelas.
  • Lingkungan  (noise)  : Gangguan yang disebabkan kondisi lingkungan fisik.
  • Verbal – non verbal  : Gangguan yang disebabkan oleh pengaruh pengunaan panca indra, faktor naluri, dan system saraf.
  • Teknis (media) : Gangguan yang terjadi pada media yang digunakan.
  • Semantic : Gangguan yang terjadi pada saat berkomunikasi menggunakan bahasa yang berbeda. Contoh : pengunaan bahasa asing atau bahasa daerah yang membuat kita kurang paham.
  • Sosiologis : Gangguan yang disebabkan dari lingkungan sosial.
  • Antropologis : Gangguan yang timbul karena faktor budaya. Contoh : perbedaan budaya antara satu negara/dareah dengan negara/daerah lainnya.
  • Psikologis : Gangguan yang bersifat menyangkut  kejiwaan seseorang. Cotohnya : mengahadapi complaint yang ada.


Jadi readers walaupun dalam proses komunikasi ada hambatan-hambatan yang ada tapi balik lagi kita sebagai insan pariwisata harus tau bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan tetap memberikan pelayanan yang excellent sehingga customers kita merasa puas dengan pelayanan yang kita berikan.

So readers jadi mungkin itu aja yang bisa saya share dan posting untuk hari ini semoga kedeoannya kita dapat terus menjadi insan pariwisata dan orang-orang yang sukses yang terus mampu berkomunikasi secara efektif. Semoga postingan saya ingin dapat bermanfaat ya readers. See u on the next my posting. Have a nice weekend everyone :)